Karakteristik Peserta Didik

 Nama : Diar Shalihah. 

Kelas : Pai 4H

Nim : 11901050

Makul : Magang 1


Karakteristik Peserta Didik 

Apa itu karakteristik peserta didik? Karakteristik berasal dari kata karakter yang

berarti ciri, tabiat, watak, dan kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang yang sifatnya

relatif tetap. Karakteristik peserta didik dapat diartikan keseluruhan pola kelakukan

atau kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan

lingkungan, sehingga menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuan nya. Informasi terkait karakteristik peserta didik sangat diperlukan untuk


kepentingan-kepentingan dalam perancangan pembelajaran. Hal ini sebagaimana

yang dikemukakan oleh Ardhana dalam Asri Budiningsih (2017: 11) karakteristik


peserta didik adalah salah satu variabel dalam desain pembelajaran yang 

biasanya didefinisikan sebagai latar belakang pengalaman yang dimiliki oleh


peserta didik termasuk aspek-aspek lain yang ada pada diri mereka seperti

kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran dan ciri-ciri jasmani serta

emosional siswa yang memberikan dampak terhadap keefektifan belajar. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman atas karakteristik

peserta didik dimaksudkan untuk mengenali ciri-ciri dari setiap peserta didik yang

nantinya akan menghasilkan berbagai data terkait siapa peserta didik dan sebagai

informasi penting yang nantinya dijadikan pijakan dalam menentukan berbagai

metode yang optimal guna mencapai keberhasilan kegiatan pembelajaran. 


Ragam Karakteristik peserta didik.

Uraian yang akan disajikan berikut ini memaparkan tentang pentingnya dan 

ragam/jenis karakteristik peserta didik. Suatu proses pembelajaran akan dapat 

berlangsung secara efektif atau tidak, sangat ditentukan oleh seberapa tinggi 

tingkat pemahaman pendidik tentang karakteristik yang dimiliki peserta didiknya. 

Pemahaman karakteristik peserta didik sangat menentukan hasil belajar yang 

akan dicapai, aktivitas yang perlu dilakukan, dan assesmen yang tepat bagi 

peserta didik. Atas dasar ini sebenarnya karakteristik peserta didik harus menjadi 

perhatian dan pijakan pendidik dalam melakukan seluruh aktivitas pembelajaran. 

Karakteristik peserta didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, 

perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan 

emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan 

perkembangan motoric.


Agar Anda memperoleh gambaran yang jelas tentang ragam karakteristik peserta

didik tersebut, maka ikuti paparan berikut:


a. Etnik

Negara Indonesia merupakan negara yang luas wilayahnya dan kaya akan

etniknya. Namun berkat perkembangan alat transpotasi yang semakin modern, maka seolah tidak ada batas antar daerah/suku dan juga tidak ada kesulitan

menuju daerah lain untuk bersekolah, sehingga dalam sekolah dan kelas tertentu

terdapat multi etnik/suku bangsa, seperti dalam satu kelas kadang terdiri dari

peserta didik etnik Jawa, Sunda, Madura, Minang, dan Bali, maupun etnik lainnya.

Implikasi dari etnik ini, pendidik dalam melakukan proses pembelajaran perlu

memperhatikan jenis etnik apa saja yang terdapat dalam kelasnya. Data tentang

keberagaman etnis di kelasnya menjadi informasi yang sangat berharga bagi

pendidik dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. Seorang pendidik yang

menghadapi peserta didik hanya satu etnik di kelasnya, tentunya tidak sesulit yang

multi etnik. Contoh Pak Ardi seorang pendidik di kelas 6 Sekolah Dasar yang

peserta didiknya terdiri dari etnik Jawa semua atau Sunda semua, tentunya tidak

sesulit ketika menghadapi peserta didik dalam satu kelas yang multi etnik. Jika

Pak Ardi melakukan proses pembelajaran dengan peserta didik yang multi etnik

maka dalam melakukan interaksi dengan peserta didik di kelas tersebut perlu

menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh semua peserta didiknya.

Kemudian ketika memberikan contoh-contoh untuk memperjelas tema yang

sedang dibahasnya juga contoh yang dapat dimengerti dan dipahami oleh

semuanya.


B.Kultural

Meskipun kita telah memiliki jargon Sumpah Pemuda yang mengakui bertumpah

darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia dan

menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Namun peserta didik kita

sebagai anggota suatu masyarakat memiliki budaya tertentu dan sudah barang

tentu menjadi pendukung budaya tersebut. Budaya yang ada di masyarakat kita

sangatlah beragam, seperti kesenian, kepercayaan, norma, kebiasaan, dan adat

istiadat. Peserta didik yang kita hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah yang

tentunya memiliki budaya yang berbeda-beda sehingga kelas yang kita hadapi

kelas yang multikultural.

Implikasi dari aspek kultural dalam proses pembelajaran ini pendidik dapat

menerapkan pendidikan multikultural. Pendidikan multikultural menurut Choirul

(2016: 187) memiliki ciri-ciri: 

1) Tujuannya membentuk “manusia budaya” dan menciptakan manusia berbudaya (berperadaban). 

2). Materinya mengajarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan, nilai-nilai bangsa, dan nilai-nilai kelompok etnis (kultural).

 3) metodenya demokratis, yang menghargai aspek-aspek perbedaan dan keberagaman budaya bangsa dan kelompok etnis (multikulturalisme). 

4) Evaluasinya ditentukan pada penilaian terhadap tingkah laku anak didik yang meliputi aspek persepsi, apresiasi, dan tindakan terhadap budaya lainnya.

Atas dasar definisi dan ciri-ciri pendidikan multikultural tersebut di atas, maka

pendidik dalam melakukan proses pembelajaran harus mampu mensikapi

keberagaman budaya yang ada di sekolahnya/kelasnya. Misalnya Pak Irwan

seorang pendidik disalah satu SMA ketika menjelaskan materi pelajaran dan

dalam memberikan contoh-contoh perlu mempertimbangkan keberagaman

budaya tersebut, sehingga apa yang disampaikan dapat diterima oleh semua

peserta didik, atau tidak hanya berlaku untuk budaya tertentu saja.


C. Status Sosial

Manusia diciptakan Tuhan dengan diberi rizki seperti berupa pekerjaan,

kesehatan, kekayaan, kedudukan, dan penghasilan yang berbeda- beda. Kondisi

seperti ini juga melatar belakangi peserta didik yang ada pada suatu kelas atau

sekolah kita. Peserta didik pada suatu kelas biasanya berasal dari status sosial-

ekonomi yang berbeda-beda. Dilihat dari latar belakang pekerjaan orang tua, di

kelas kita terdapat peserta didik yang orang tuanya wira usahawan, pegawai

negeri, pedagang, petani, dan juga mungkin menjadi buruh. Dilihat dari sisi jabatan

orang tua, ada peserta didik yang orang tuanya menjadi pejabat seperti presiden,

menteri, gubernur, bupati, camat, kepala desa, kepala kantor atau kepala

perusahaan, dan Ketua RT. Disamping itu ada peserta didik yang berasal dari

keluarga ekonomi mampu, ada yang berasal dari keluarga yang cukup mampu,

dan ada juga peserta didik yang berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk

saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran. Perbedaan ini

hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses pembelajaran.

Namun tidak dapat dipungkiri kadang dijumpai status sosial ekonomi ini menjadi

penghambat peserta didik dalam belajar secara kelompok. Implikasi dengan

adanya variasi status-sosial ekonomi ini pendidik dituntut untuk mampu bertindak

adil dan tidak diskriminatif. Contohnya dalam proses pembelajaran pendidik jangan sampai membeda- bedakan atau diskriminatif dalam memberikan

pelayanan kepada peserta didiknya, dan juga dalam memberikan tugas-tugas yang sekiranya mampu diselesaikan oleh semua peserta didik dengan latar belakang ekonomi sosial yang sangat beragam.

D.Minat

Minat dapat diartikan suatu rasa lebih suka, rasa ketertarikan pada suatu hal atau

aktivitas. Hurlock (1990: 114) menyatakan bahwa minat merupakan suatu sumber

motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang dipilihnya.

Apabila seseorang melihat sesuatu yang memberikan manfaat, maka dirinya akan

memperoleh kepuasan dan akan berminat pada hal tersebut. Lebih lanjut

Sardiman, (2011: 76) menjelaskan bahwa minat sebagai suatu kondisi yang terjadi

apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan

dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Oleh karena

itu apa yang dilihat seseorang sudah tentu akan membangkitkan minatnya sejauh

apa yang dilihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingan orang tersebut.

Atas dasar hal tersebut sebenarnya minat seseorang khususnya minat belajar

peserta didik memegang peran yang sangat penting. Sehingga perlu untuk terus

ditumbuh kembangkan sesuai dengan minat yang dimiliki seorang peserta didik.

Namun sebagaimana kita ketahui bahwa minat belajar peserta didik tidaklah sama,

ada peserta didik yang memiliki minat belajarnya tinggi, ada yang sedang, dan bahkan rendah. Untuk mengetahui apakah peserta didik memiliki minat belajar yang tinggi atau

tidak sebenarnya dapat dilihat dari indikator minat itu sendiri. Indikator minat

meliputi: perasaan senang, ketertarikan peserta didik, perhatian dalam belajar,

keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran, manfaat dan fungsi mata

pelajaran. Agar diperoleh gambaran yang lebih jelas maka akan diuraikan dalam

paparan berikut.

Perasaan senang, seseorang peserta didik yang memiliki perasaan senang atau

suka terhadap mata pelajaran tertentu akan memperlihatkan tindakan yang

bersemangat terhadap hal tersebut. Contohnya, peserta didik yang gemar dengan

mata pelajaran Matematika, maka peserta didik tersebut akan merasa bersemangat dan terus mempelajari ilmu yang berkaiatan dengan Matematika,

tanpa ada perasaan terpaksa dalam belajar. Ketertarikan peserta didik, ini

berkaitan dengan daya gerak yang mendorong peserta didik untuk cenderung

merasa tertarik pada orang, benda, kegiatan, dapat berupa pengalaman yang

dirangsang oleh kegiatan itu sendiri, Perhatian dalam belajar, perhatian atau

konsentrasi dapat diartikan terpusatnya mental seseorang terhadap suatu objek.

Peserta didik yang memiliki minat terhadap objek tertentu, maka peserta didik

tersebut dengan sendirinya peserta didik tersebut memperhatikan objek tersebut.

Contohnya peserta didik yang memiliki minat pada seni musik maka peserta didik

tersebut akan memperhatikan ketika terdengar bunyi musik, bahkan gemar

mendatangi konser-konser music. Peserta didik merasa lebih mudah dan

bersemangat dalam belajar jika diiringi dengan alunan music.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silabus

Hubungan SKL, KI, KD, Penilaian dan Hasil Belajar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran